Manohara Perlihatkan Luka Pada Payudaranya

by admin on June 10, 2009

Usaha Berhasil Solusi Kewanitaan Rapet

Akhirnya Manohara Odelia Pinot (17) memperlihatkan luka bakar dan sayatan pada anggota tubuhnya yakni bagian payudara yang dilakukan oleh suaminya Tengku Muhammad Fakhry, putra Raja Kelantan, Malaysia.

Manohara memperlihatkan luka penganiyaan melalui sejumlah foto yang disimpannya pada telepon selular miliknya kepada wartawan di kantor Hotman Paris di gedung Summitmas 1, lt 18, Sudirman, Jakarta.

Menurut Manohara, luka yang ia perlihatkan termasuk luka ringan, sedangkan luka lainnya belum mau ia tunjukan karena ia merasa tidak nyaman.

Kuasa hukum Manohara Hotman Paris mengatakan, “ini sangat mengerikan. Itu baru luka ringan. Saya saja hampir mengeluarkan air mata begitu melihat lukanya,” katanya.

Abdul Mun’im Idries, sebagai dokter ahli forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan hasil visum menunjukan bahwa Manohara telah mengalami kekerasan tingkat derajat dua, yakni sebuah kekerasan dengan meninggalkan luka serius tingkat menengah.

Dari hasil visum tersebut, Mun’im Idries menemukan beberapa luka sayatan dengan berbentuk zig-zag di daerah sekitar buah dada, paha, dan sebuah luka titik di punggung akibat tusukan jarum suntik. “Semua luka yang ada termasuk derajat dua, kalau derajat satu itu penganiyayaan ringan. Tadi (Senin sore) saya sudah mengambil sample darah dan urine,” tambahnya.

Berdasarkan hasil visum tersebut, lanjut Mun’im, sudah bisa dijadikan alat bukti untuk mempidanakan Fakhry. “Kata Mano karena ini sudah dilakukan (Fakhry) beberapa bulan yang lalu, maka ini termasuk menengah dan pelakunya bisa ditangkap,” tegas pria setengah baya itu.

Pernyataan yang disampaikan Munim tersebut, ditegaskan Hotman Paris Hutapea, bahwa kliennya Manohara dan ibunya, Daisy Fajarina, tidak melakukan pembohongan publik sebagaimana dituduhkan belakangan ini. “Jadi dia (Manohara) tidak berbohong sama sekali bahwa dia mengalami siksaan-siksaan saat orang biadab itu (Fahry) menikmati tubuhnya sambil disayat-sayat,” tandas Hotman.

Diakui Manohara siksaan-siksaan tersebut diterimanya sejak sepulang usai menjalankan umroh, pada Maret 2009. “Pernikahan saat Agustus 2008\, tapi kekerasan dimulai setelah kembali dari Jeddah, Maret 2009. Itu yang dibakar, tapi kalau yang dipotong-potong (disayat-red) mulainya April 2009,” beber Manohara.

Selain kekerasan fisik, Manohara juga mengaku kerap mendera kekerasan batin seperti ucapan kasar Fakhry yang terpaksa harus ditelannya mentah-mentah. “Sesudah kawin itu langsung kasar omongannya. Dia bilang semua wanita Indonesia bisa dibeli,” ucap Manohara bernada lirih. (C7-09/EH)

Related posts:

  1. Akhirnya Manohara Kembali Ke Indonesia
  2. Nasib Manohara Odelia Pinot Di Istana Kelantan Malaysia
  3. Kumpulan Foto dan Gambar Manohara Odelia Pinot
  4. Seni Tato Unik Dan Gila Karena Terobsesi Dengan Luka Dan darah
  5. Barrack Obama Memberi Ucapan Selamat Pada SBY

{ 8 comments }

dedyvan June 10, 2009 at 6:39 am

tetep smangat manohara

diks June 11, 2009 at 3:23 am

Manohara masih malu malu nunjukin seluruh payudara nya ke publik….
tunjukin semuanya donk..
spya publik percaya 100%..
Naskeleng…
peace..
hehehehe..
berjuang terus mano…

dedi June 16, 2009 at 11:02 pm

manohara sabar ya..mgkn allah punya rencana yg lbh baik buat manohara dgn kjadian2 yg manohara alami…berkarir di indonesia aja…mudah2an lbh sucses…tp ajakin saya dong dlm berkarir(081263030087)sucses but manohara…

sandro June 17, 2009 at 3:58 am

Padahal mano mantan gw dlo…! wkwkwkwwk!
gk… cuma becnda!

Paul Setee June 18, 2009 at 12:43 pm

Mano I LOVE U
Ku tunggu Janda MU say…

duniksan June 25, 2009 at 11:32 am

yang sabar yah teruslah berjuang oke

Un July 6, 2009 at 1:21 am

tetap tegar Manohara….
aku yakin kamu pasti benar dalam menyampaikan pernyataan terkait KRT yg dilakukan oleh fahri…. untung kamu cepat ambil tindakan untuk melarikan diri…. kalau tidak…. mugkin nasib para TKI lainnya di malaisya yang saat ini lagi menggemparkan indonesia, akan terjadi juga pada kamu….

Abi September 19, 2009 at 1:56 pm

Your Message

Comments on this entry are closed.

Previous post:

Next post: