{ 24 comments }

IHSAN February 23, 2010 at 6:25 am

meikahi wanita seperti itu menurut saya akan emnghancurkan generasi masa depan bangsa :)

admin February 23, 2010 at 3:01 pm

Benar sekali San

evan February 24, 2010 at 3:43 am

betul bro.. aq akui diri ini orangnya ya ga’ bener2 amat, tapi aq masih punya akal (bukan otak), gue punya impian meski itu terasa jauh dari aq, yaitu punya istri yg baik2 yg bakalan bisa punya anak yg baik2 jg pribadinya ga kaya gue, rasanya aq punya soul of true love. betul ga bro..ngurang2in dosa gue gitu, gak malah wariskan dosa ke anak cucu cuy.

Dana February 23, 2010 at 11:40 am

Menurut saya, tidak ada yang salah dari pernyataan Mario Teguh. “Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri.” Salah dimana? Apa yang salah? Siapa yang mau dan ingin memiliki istri yang tingkah lakunya atau keiasannnya seperti itu? Itu adalah sebuah ajaran yang baik dari Mario Teguh, supaya kita tidak salah dalam memilih seorang istri. Demi masa depan keluarga, dan juga demi masa depan perkawinan.

Itu tentang ajaran dan petunjuk supaya kita sebagai laki-laki tidak salah jalan. Kalau ada orang yang tidak setuju dengan hal tersebut dengan alasan tidak menghargai perempuan, siapa yang harus dihargai? Tuhan saja benci dengan tingkah laku perempuan yang seperti itu, masa kita manusia harus menghargai perempuan dengan tingkah laku atau kebiasaan buruk seperti itu? Kita memang menghargai perempuan, tapi tentu tidak menghargai SEMUA perempuan

Mario Teguh benar, dan ia tidak melakukan kesalahan dengan pernyataannya tersebut. Orang Indonesia kebanyakan memang sering salah paham, sedikit sedikit pasti bilang tidak menghargai perempuanlah, tidak menghargai jender, diskriminasi jender, dsb. Cobalah untuk memahami lebih jauh apa yang dikatakan oleh Mario Teguh tersebut, itu memiliki “petunjuk dan nasehat” yang luar biasa, yang kalau diikuti maka akan membuat kehidupan menjadi jauh lebih bermakna.

admin February 23, 2010 at 3:00 pm

Saya setuju dengan anda bung, namun yang saya sayangkan kenapa Mario sampe menutup acc Twitter miliknya dan mengklarifikasi lewat FB, seharusnya ia acuhkan saja kritik2x itu atau meresponnya karena ia benar

Faiq February 24, 2010 at 5:06 am

Sy stuju bnget dgn prnytaan mario teguh. Sebaiknya sblum protes,simak dulu tiap kata yg disampaikan.

arifsuyudi February 23, 2010 at 1:41 pm

persoalannya bukan pada mau ato tidak, punya perencaanaan ato tidak untuk menikahi wanita yg dikatakan diatas bang, tapi persoalannya bgaimana kita mampu mengapresiasi manusia yg bukan cuma laki2 doang tapi ada perempuan juga disana, menghargai siapapun adalah hal yg terpenting…. perlu diingat…untuk semua….

admin February 23, 2010 at 2:58 pm

Arif kamu rupanya masih belum faham juga maksud tulisan Mario Teguh, ia sama sekali tidak mengarahkan kalimat tersebut kepada seluruh perempuan, namun perempuan dengan kebiasaan clubbing, merokok, diajak begadang sama lawan jenis (bukan suami halal) sampai pagi juga mabuk, itu yang dia maksud. Sekarang saya tanya kepada Arif, apakah Arif merencanakan ingin punya istri seperti itu?

Sid Vicious February 23, 2010 at 4:32 pm

jelaslah mario mengintimidasi bahkan melecehkan kaum perempuan… mw mabuk, merokok, begadang itu adalah hak setiap manusia… hak menentukan jalan hidupnya sendiri… tpi jika ditekankan dgn substansi2 yg dideskreditkan sperti itu akan menjadi sebuah pelecehan dan pembunuhan hak… apa lagi dlm manifestasinya di labelkan sosok wanita… bukankah ini merupakan sebuah diskriminasi gender… kaum feminist pasti menghujat habis2an atas manifestasi si Mario… melihat dripada pernyataan trsebut menjadikan persuasif gender merupakan tdk berhaknya wanita “seperti itu” dlm sirkulasi masyarakat… jgn menjadikan kausalitas prilaku menjadi tolak ukur moral kelayakan… setiap manusia berhak atas hidupnya, melakukan apa yg dia inginkan.. jika sperti yg mario teguh ucapkan berarti ini adalah sebuah sirkulasi tolak ukur otokratif dan keberpihakan moral dan merupakan pelanggaran berat trhadap hak-hak manusia… jadi tdklah pantas seseorang menyatakan kepantasan atas dasar sesempit itu…

mengenai pertanyaan Admin “apakah mw memiliki istri/wanita seperti itu?”…
jawab : why not,, itu adalh pilihan istri/wanita yg dengan bangga dpt memperjuangkan keinginan dan hak nya… dia mw mabuk, merokok, begadang dsb. itu kesemuanya adalah bentuk apresiasi diri terhadap kehidupan pribadi… dan dan kita sebagai suami menghormati pilihan hidup mereka… ingat WANITA MEMILIKI HAKNYA SENDIRI dan WANITA BUKAN BINATANG PELIHARAAN PRIA… INGAT ITU…!!!

TERIMA KASIH.

admin February 24, 2010 at 1:18 am

melihat dripada pernyataan trsebut menjadikan persuasif gender merupakan tdk berhaknya wanita “seperti itu” dlm sirkulasi masyarakat…

Jika menggunakan tolak ukur hak, maka silahkan itu hak mereka untuk begitu, namun juga hak orang lain (seperti Mario) untuk mengeluarkan tipe wanita seperti itu dari rencana memilih istri

setiap manusia berhak atas hidupnya, melakukan apa yg dia inginkan..

Kalimat Mario diatas tidak membatasi siapapun untuk apresiasikan dirinya dan menjadi apapun dia mau, namun ia harus terima konsekuensi dari perbuatannya, berani bertindak maka berani tuai akibat, dan dari segi moral dan ahlak wanita seperti itu memang tidak pantas masuk rencana menjadi calon istri idaman

mengenai pertanyaan Admin “apakah mw memiliki istri/wanita seperti itu?”…
jawab : why not,, itu adalh pilihan istri/wanita yg dengan bangga dpt memperjuangkan keinginan dan hak nya… dia mw mabuk, merokok, begadang dsb.

Oke saya mau tanya anda secara jujur apakah didalam rencana anda untuk memilih istri, anda memasukan istri semacam itu di list rencana anda? Jawab dengan jujur

issa February 24, 2010 at 7:57 am

kalo kalimatnya jd begini : “laki2 yang pas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi suami”

aku yakin gak ada tuh laki2 yg protes tentang pelecehan laki2…

admin February 25, 2010 at 12:28 pm

Lelaki memang harus terima semua perlakuan bung,karena ga ada kaum Malist yang berkoar dan sering kali ngawur, seperti kaum feminist, jadi memang tidak akan ada protes

dwi February 23, 2010 at 7:05 pm

ass
sesuatu yang sangat bodoh untuk menyangkal akan hal itu….seperti kata penulis diatas sangatlah benar “Apakah ada seorang penjahat sekalipun yang merencanakan menikahi seorang wanita perokok, pemabuk dan bebas di ajak begadang sampai pagi?”

aktifis Peneliti Studi Gender LIPI Jaleswari Pramodharwadhani malah sangatlah BLUNDER apabila berkomentar seperti itu dengan jabatannya,
mari melihat suatu yang positif dulu dari tulisan mario…blajar dong bos bahasa indonesia yang baik dan benar baru blajar jadi peneliti…
ato tliti diri sendiri baru tliti orang lain…
hmmmmmmmmm kasian

admin February 24, 2010 at 1:27 am

Itulah susahnya mas, sebagian orang kita lebih seneng berkomentar terlebih dahulu, baru setelah itu berfikir

Misty February 24, 2010 at 2:57 am

Kalau gini gimana:
LAKI-LAKI yang pas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi SUAMI.

Setuju jg ya?

wawan February 25, 2010 at 2:03 am

setuju, dalam agama saja menyarankan untuk memilih calon suami atau calon istri yang soleh dan solehah. Klo ada yang sampai marah marah karena tidak masuk dalam kriteria soleh dan solehah itu salah anda sendiri….. manusia berakhlak baik akan memiliki pasangan yang sesuai dengan akhlaknya itu sebaliknya manusia berakhlak buruk (clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk) maka akan memiliki pasangan yang sama dengan akhlaknya itu……

admin February 25, 2010 at 12:21 pm

Kalau gini gimana:
LAKI-LAKI yang pas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi SUAMI.

Setuju jg ya?

Kalau itu sudah tidak usah ditanya lagi, pasti setuju lah, dan yang pastinya jika yang Mario tulis di status Twitter-nya adalah Laki-laki, bukan perempuan, tentunya gak akan ada yang bersuara dan mengkritik

Feminist people memang membingunkan, mereka ingin agar kaum wanita disetarakan dalam segala hal, namun jika perempuan menggantikan peran lelaki untuk urusan yang di anggap merugikan, mereka protes! Seperti kalimat mario diatas menulis perempuan clubbing dstnya Pada kebakaran jenggot, kenapa protes?

Bukannya kepengan di setarakan dengan lelaki? Biasanya juga kalimat-kalimat warning seperti kalimat Mario di tuliskan untuk kaum wanita, “dengan jangan memilih lelaki yang begini dan begitu” Sekarang saatnya untuk pria, jangan pilih sembarang wanita apalagi yg spt itu

Gituloh Misty :)

gora February 24, 2010 at 7:19 am

pada belum punya istri ato suami ya, kok heboh banget! meski udah punya istri yang baik aku sih cuma bisa membenarkan pak mario teguh dan boss (admin)! Cari yang baik aja banyak kok milih pecun!!
kalo bekas pecun mungkin bisa, tapi kalo bekas barang………wah yang milih goblok!

admin February 25, 2010 at 12:30 pm

Benar Gora, saya yakin umumnya pria, setidaknya bagi yang masih waras tidak akan pernah mau merencanakan nikah dengan wanita seperti deskripsi Mario kecuali memang pria itu sudah blank
:)

esthy February 24, 2010 at 4:21 pm

Saya juga setuju sekali dengan pernyataan Mario Teguh. Sbagai perempuan saya malah kecewa dengan pernyataan kaum feminis yang teriak2 “Kesetaraan Gender” tapi kesetaraan gender apa yang dimaksud??? Apa kesetaraan gender berarti mengangkat hal2 tabu yang tadinya tidak boleh dilakukan oleh wanita? seperti merokok, clubbing, pesta2 dsb? point yang penting dr kesetaraan gender adalah PEMBERDAYAAN PEREMPUAN! bukan menghalalkan segala perilaku binal perempuan jaman sekarang! kesetaraan gender itu berarti memberikan hal yang sama dalam pendidikan, hak hidup, hak mengambil keputusan, dan hak mengeluarkan pendapat. bukannya malah mengksploitasi sisi seksual perempuan atas nama kesetaraan gender. itu bullshit! buat perempuan2 yang merokok misalnya. mungkin bagi kalian itu hak kalian, tapi apa kalian pernah berpikir efeknya ke tubuh kalian. hai perempuan, kalian dikodratkan untuk hamil dan melahirkan. apa kalian nggak berpikir efek jangka panjang rokok itu untuk janin kalian?? sebagai perempuan saya setuju dengan kesetaraan gender, tapi 1 juta% menolak konsep kesetaraan gender yang diagung-agungkan sama kaum feminis sekarang.

admin February 25, 2010 at 12:23 pm

Luar biasa komentar anda Esthi setuju sekali :)

alan February 25, 2010 at 5:16 am

aku takut kalau ada hari kiamat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

admin February 25, 2010 at 12:31 pm

Me too Alan

kateno February 27, 2010 at 7:31 am

Apa yang dikatakan pak Mario sebernya sesuatu yang benar namun tidak semua orang bisa menerima kebenaran itu. wajar donk bagi mereka yang hobi mabuk, merokok dan dugem sampai pagi gerah terus protes itu hak mereka.Yang kami sayangkan kenapa pak mario harus menutup twitternya ? jalan terus pak kami masih perlu pencerahan dan motivasi yang baik, kami dukung pak mario 100%.

Comments on this entry are closed.

Previous post:

Next post: