Fatwa MUI Haram Mengemis, Tepatkah?
Fatwa haram mengemis diungkapkan Ketua MUI Sumenep, Syafraji, pada 12 Agustus silam. Keputusan ini sudah lama diumumkan tapi banyak yang tak peduli.
Mengemis, menurut ketua MUI Sumenep ini dinilai menghinakan diri sendiri dan merugikan orang lain. Masih menurut Syafraji, mengemis juga termasuk aktivitas bermalas-malasan yang dilarang Islam. Saya tentu sependapat. Bagaimanapun tangan diatas lebih mulia derajatnya daripada tangan diatas. Fatwa ini tentu sejalan dengan misi kita yang mencoba untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Pertanyaannya kemudian adalah tepatkah fatwa MUI ini? Adakah solusi yang ditawarkan oleh mereka untuk membendung laju pengemis yang semakin tak terkendali?
Beruntunglah para pengemis itu karena depertemen sosial mempunyai solusi jitu untuk mengembalikan mereka menjadi manusia yang punya jati diri (baca:harga diri). “Departemen Sosial mempunyai suatu program untuk membawa mereka ke perumahan, memberikan pendidikan ketrampilan kepada mereka agar mereka tidak mengemis lagi,” jelas Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie waktu itu.
Kita sambut langkah konkrit pemerintah untuk mengembalikan jati diri bangsa mereka menjadi manusia yang kelak bisa mandiri dan produktif yang pada akhirnya dapat pula berperan serta dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Related Posts




Bener baget sodara… Aku setuju dan sependapat dengan anda bahwa tangan yang diatas lebih baik dari yang dibawah. Masalahnya di negara kita para “ulama” yang udah mampu menjadi atasan sering gak peduli ama yang dibawah. Ada banyak bukti kog tentang itu. MUI sendiri menurutku punya hobi bikin fatwa yang tanpa dipikir dulu konsekwensi dari fatwanya. Boleh2 aja berfatwa, tapi kasih solusi dunk untuk menjalankan fatwanya… jangan asal “angop” supaya lembaga para kyai itu jadi kredibel.
Trus DEPSOS juga punya langkah yang jitu (menurut sampeyan) menegntaskan kemiskinan dan menambah kekayaan diri. Coz kalo udah begitu buntu2nya adalah “proyek”… Bangsa kita itu aneh… Ngeyel minta diampuni dosanya sambil terus menjalankan maksiat.
gak tepat…, hapus aja… demo …