Subscribe via RSS Feed

Dukun Cilik Ponari & Batu Kuning Keramatnya Berhenti Praktek

[ 10 ] February 12, 2009 | admin

Dukun cilik Ponari asal Jombang akhirnya menutup praktek pengobatan yang selama 3 minggu cukup menyita perhatian media dan sebagian masyarakat Indonesia, bocah kelas 3 SD yang mendapat batu ajaib saat tersambar petir ini memilih kembali sekolah setelah 3 pekan sibuk mengobati puluhan ribu pasien yang setiap hari datang berobat kepadanya.

Namun anehnya, ternyata belum ada bukti sama sekali bahwa pasien yang berobat ke Ponari berhasil disembuhkan, seperti pemberitaan Tempointeraktif:

Selama tiga minggu pasien Ponari berjumlah ribuan. Mereka mengalir dari berbagai kota di Jawa Timur. Ponari memberi obat pasiennya dengan cara mencelupkan batu yang diperolehnya saat disambar geledek. Sejauh ini belum ada bukti pasien yang diobati Ponari sembuh. (Sumber: Tempo Interaktif Peraktif Dukun cilik distop, Ponari ingin sekolah lagi).

Jika memang tidak ada bukti pasien Ponari sembuh, lalu kenapa begitu banyak orang bagai hujan deras yang berobat kepadanya? Ini merupakan pertanyaan besar. Tentulah orang akan berobat jika sang dukun terbukti manjur, bagaimana jika dukun tersebut belum terbukti kemanjurannya, namun pasiennya berjubal jumlahnya, hingga ada yang tewas karena kelelahan ngantri?

Satu-satunya penyembuhan yang berhasil dilakukan Ponari menurut yang saya baca, ialah saat tetangganya sakit panas, Ponari kemudian memberinya air yang terlebih dahulu dicelupkan sang batu kramat berwarna kuning, setelah itu berita menyebar luas hingga seluruh Indonesia.

Ternyata di tahun 2009 ini masih sangat banyak rakyat Indonesia yang polos, percaya begitu saja tanpa melihat buktinya. Atau mungkin karena mereka yang berobat ke dukun Ponari kebanyakan orang miskin, sehingga condong ke pengobatan alternatif tanpa perlu melihat buktinya, karena biayanya relatif murah.

Dengan kata lain, orang miskin mencari pengobatan berbau mistis dan irasional, karena murah.

Hal ini seharusnya sebagai cemeti bagi dunia pengobatan medis moderen yang semakin sulit terjangkau karena mahalnya. Begitu juga dengan pemerintah, harus banyak belajar dalam membenahi layanan kesehatan bagi warga tidak mampu.

Terlebih lagi pengobatan dukun Ponari conderung kepada kemusryikan dan syirik adalah dosa yang tidak terampuni. Tentu pasien yang berobat ke Ponari ainul yakin bahwa batu Ponarilah yang menyembuhkan mereka dan mereka menaruh keselamatan padanya. Hal ini tentu sangat bertentangan kepada tauhid, Laa Illaha Illallah bahwa Tiada apapun yang wajib disembah, dipertuhankan juga menaruh keselematan kecuali Hanya Kepada Allah.

Kemunculan batu Ponari setidaknya membuktikan bahwa umat masih lemah moral, keimanan dan ekonominya.

Dan apabila batu kungin Ponari memang mempunyai daya penyembuhan, tentulah itu berasal dari Allah SWT yang menciptakan dan mengijinkannya dan tentunya semata-mata membuktikan akan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT, sehingga semakin mempertebal tingkat keimanan. Semoga kita yang beriman dan berilmu, dapat menarik pelajaran dan hikmah dari fenomena tabib cilik Ponari asal Jombang ini.

Sampai jumpa diposting berikutnya & wassallam.

Multiple Search Engine

Tags: , , , , , ,

Category: Celotehanku

About admin: View author profile.

Comments (10)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. suroso says:

    Sebuah Sikap Terhadap Fenomena Dukun Ponari

    Bila saya ikuti perkembangan kehebohan dukun Ponari, dan bias yg ditimbulkan di masyarakat. Maka ada beberapa hal yg bisa kita petik disini.
    1. Pertama adalah, pukulan berat pada pemerintah dimana disitu bisa kita lihat bahwa pemerintah tidak bisa memberikan fasilitas kesehatan yg layak dan terjangkau oleh rakyatnya. Padahal kesehatan adalah merupakan Hak Azasi atau hak mendasar dalam hidup. Atau bahkan dengan adanya fenomena ponari pemerintah semakin keras kepala, pemerintah cuek dengn fenomena ini dan pera pemimpinnya masih berkata, kan ada JPS, ada banyak puskesmas, ada pengobatan geratis…. Masih kurang apa????. Selain itu kenyataan yg ada dimasyarakat adalah masih banyak jenis penyakit yg tidak bisa diselesaikan dengan cara medis, terbukti banyak warga yg sudah kehilangan akal dan biaya, dan mereka tidak mendapat penyelesaian berarti terhadap penyakitnya setelah sekian lama berobat secara medis, untuk itulah kemudian mereka berpindah ke jalur alternative.
    2. Kedua, jelas terlihat masyarakat Indonesia amat sangat kental dengan hal-hal mistis. Dan mistis ini, tidak hanya dimonopoli milik orang pedalaman dan orang yg tidak terpelajar, tapi semua masyarakat kita dari kalangan manapun masih kental dengan suasana mistis ini. Sebagai contoh, film suster ngesot banyak peminatnya dan tayangan2 gaib di TV merupakan acara paling disukai. Kekentalan hal mistis ini sampai ada beberapa warga yg sampai terbius hingga benear2 melupakan akal sehatnya, sebagai contoh kejadian dirumah Ponari, karena tidak mendapatkan kesempatan untuk berobat ke-Ponari (karena sudah keburu di tutup), maka mereka mencari cara lain, yaitu air bekas mandi ponari juga dipakai untuk obat.
    3. Ketiga , sepertinya benar prediksi para pakar spiritual bahwa zaman sekarang merupakan zaman menuju kembalinya kehidupan penuh spiritual, dimana tuntutan kehidupan sepiritual semaakin menguat. Penguatan keinginan masyarakat akan hal spiritual selalu dibarengi dengan kemunculan hal2 magis. Spiritual dan hal magis adalah saudara kembar dan selalu beriringan. Sehingga tidak bisa di hindari disaat bermunculan aliran2 kepercayaan baru maka bermunculan pula kemampuan2 gaib seperti yg dimiliki Ponari. Apakah kita harus menentang atau mengusir setiap kemunculan fenomena misterius ? jawabnya tidak perlu karena itu merupakan hukum sebab akibat yg tetap harus berjalan.
    4. Masyarakat kita masih gampang marah, tidak santun, kurang bisa menghargai orang lain, kurang bisa menghargai sebuah perbedaan. Padahal dasar Negara kita didirikan dan dibangun berdasarkan sebuah perbedaan yg saling menopang antara yg satu dan yg lain. Yaitu kita berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda budaya, dan kita disatukan dengan bineka tunggal ika. Disaat muncul sebuah fenomena baru, seperti munculnya fenomena munculnya Ponari ini, maka banyak orang tiba2 menjadi paling alim atau paling pintar (kayak saya). Sehingga langsung berkomentar dan menghujat. Dia mengeluarkan berbagai jurus untuk menjatuhkan, menggunakan dalih2 dan kemudian mengeluarkan fatwa sesat, haram atau sejenisnya. Merka kurang bijak, merka berpikir terlalu singkat, mereka berpikir hanya menurut fersinya sendiri. Mereka tidakmau menelusuri sebuah masalah dari akarnya, mereka tidak mau menelusuri masalah dan memandang masalah dari orang yg memunculkan fenomena baru itu. Bila merka mau menelusuri masalah dan melihat masalah dari kacamata si penemu fenomena baru, pasti merka tidak bisa memungkiri kenyataan, sehingga dia bisa mencari solusi lebih bijak dan tanpa kekerasan.
    5. Perbedaan adalah kekayaan bangsa. Kebanyakan orang tidak mau mengkoleksi dan melindungi perbedaan yg saling bermunculan. Seharusnya perbedaan adalah kekayaan bangsa yg harus dilindungi karena suatu saat nanti akan mempunyai nilai yg luhur. Coba kita tengok sejarah, pada sebuah ilmu pengetahuan saat pertama kali ditemukan sesuatu ilmu yg baru. Penemunya pasti dihujat dan dicaci, tapi bila perbedaan itu dirawat dan dijaga maka dikemudian hari perbedaan itu akan sangat berarti bagi masyarakat. Sebagai contoh, jaman dahulu kala ada orang tiba2 mengatakan bumi ini bulat, pada saat itu masyarakat marah, dan akhirnya setelah ratusan tahun kemudian baru orang2 sadar bahwa bumi memang bulat. Anda tau pelukis Van Gogh ? karyanya dicaci maki dan dilecehkan pada waktu itu, tapi sekarang karyanya sungguh dikagumi dan harganya selangit. Anda ingat Albert Enstin? Teorinya pada saat itu sungguh2 dikecam, tapi setelah diteliti lebih mendalam lagi, hasilnya sekarang sungguh ruuuar biasa. Masih banyak lagi contoh yg lain. Inilah bila kita tidak bisa menjaga sebuah fenomena baru yg muncul di bumi pertiwi ini, maka kita kehilangan nilai2 leluhur. karena fenomena baru itu akan lari dari bumi pertiwi dan berlindung di Negara lain.
    6. Warga kita kurang tertib, tidak tertib ini timbul karena terbiasa hidup serakah, kurang punya rasa toleran antar sesama (egois)juga kurang punya rasa kesabaran. Itulah akibatnya sehingga susah untuk diatur. Contohnya adalah antrian untuk mendapatkan kesempatan selalu dilangar, sehingga mengakibatkan orang meninggal karena berdesak2an dan jatuh terhinjak-hibjak dalam antrian. Kita masih ingat kejadian antrian dirumah dukun Ponari, antrian pembagian zakat, antrian pembagian daging korban dan semua jenis antrian yg lain selalu memakan kurban.
    7. Praktek ponari perlu dihentikan tidak? Maka saya langsung menjawab, lanjutkan terus, Tapi… benahi mekanismenya. Yang perlu dibenahi adalah pertama hak2 hidup ponari sendiri karena dia sebagai seorang anak, jangan dikomersilkan, dan dia juga dalam proses belajar disekolah. Jadi ponari masih harus tetap ada waktu bermain setidaknya 3 jam sehari, tidur 9 jam perhari, untuk belajar 5 jam sehari, lain-lain 3 jam, dan praktek perdukunan maksimal 4 jam sehari. Praktek 4 jam sehari itu hanya dilakukan dari jam dua siang sampai jam 6 sore. Karena waktu praktek pengobatan pendek maka harus ada team yg mengatur, yaitu dengan sistim antri mendaftar secara urut kemudian nama di panggil satu2 sesuai no urut. Jadi ponari dalm sehari hanya boleh mengobati sampai jumlah orang tertentu saja. Setelah itu no antrian akan dilanjutkan hari berikutnya. Setiap pendaftar hrus menunjukkan nama dan alamat dan kartu identitas diri, tujuannya untuk memberikan kesempatan pada orang lain, agar mendapat kesempatan untuk berobat, sehingga seseorang yg sudah mendaftar baru boleh mendaftar lagi setelah urutan diatas seribu berikutnya. Proses ini perlu dibantu beberapa petugas, mulai dari petugas pendaftaran, petugas keamanan, detugas pemanggilan pasien, petugas penyiapan sarana, dsb. Pembagian ini tujuannya untuk pengamanan penertiban dan pemberian hak2 ponari sebagai seorang anak.
    8. Praktek dukun ponari syirik tidak? Bahasa syirik adalah bahasa import dari Negara arab. Dan bahkan bila kita mau meneliti lebih dalam lagi batasan syirik tidak begitu jelas karena kita kurang pas meng-artikan makna syirik ini. Bila mana ada sebuah cerita2 mistis itu muncul dari Negara arab maka jawabnya halal tentang cerita itu, tapi bila cerita mistis itu datang dari Indonesia maka hukumnya haram. Kita ambil contoh, orang arab dan orang islam sangat memuja dan memuliakan air zam-zam, dimana dikatakan air zam2 sungguh berksiat dan banyak berkahnya, sehingga setiap orang datang ke arab dan sepulangnya selalu membawa air zam2 itu sebagai air yg dimuliakan, mempunyai berkah, bahkan dipakai untuk media penyembuhan penyakit, dll. Sementara air-nya Ponari dibilang haram, padahal sama2 air untuk penyembuhan. Demikian juga dengan doa atau mantra, semua yg memakai bahasa arab adalah benar, dan semua yg memakai bahasa jawa atau Indonesia adalah salah…. Hehehe.. begitulah pemahaman beberapa orang yg sudah keblinger menjadi orang arab. Sebenarnya kesirikan timbul karena kita tidak selau bersandar pada Allah. dan kita mempunyai pandangan yg salah terhadap sebuah media, sehingga pikiran kita dan hati kita mengatakan bahwa media itulah yg telah membantu dan menyembuhkan anda. Jadi adalah salah bila air zam-zam mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan, tapi yg benar adalah melalui air zamzam itulah allah akan menyembuhkan seseorang, jadi yg menyembuhkan adalah Allah bukan air zam-zam. DEmikian juga obat untuk menyembuhkan sakit, bisa menjadi sirik bila dihati dan pikiran kita tertanam bahwa obat itu membawa kesembuhan pada diri anda, yg benar adalah Tuhan membantu menyembuhkan anda melalui obat itu, jadi saat anda meminum obat, anda harus mensugesti diri anda sendiri yaitu dengan mengatakan dihati bahwa anda harus meminum obat karena diperintah oleh Allah, dan saat anda menelan obat sugerti anda adalah anda menelan berkah Allah dengan tujuan mengusir semua kesalahan juga penyakit hingga badan anda menjadi bersih dan suci kembali. Itulah makna sebuat doa seperti yg diajarkan Rasulullah dimana sebelum melakukan sesuatu apapun kita harus berdoa kepada Allah, atau menyebut Asma Allah. Jadi kesimpulannya adalah terdapat “KESALAHAN” dalam hidup kita saat meletakan “NIAT, PIKIRAN & HATI” pada saat menjelang melakukan sesuatu perbuatan. Jadi kesyirikan bisa timbul dari hal apa saja, bila kita salah dalam berniat. Sebenarnya kesirikan bukan timbul dari jenis Air-nya datang dari arab atau bukan, atau bukan doanya pakai bahasa arab atau bukan. Agar tidak syirik maka dihati kita harus ditanamkan pikiran positif (niat positif) sebelum melakukan sesuatu, sehingga kita punya pandangan yg baik pada Sesutu yg akan kita lakukan itu. Sebagai contoh, bila anda ingin berobat ke Ponari masukkan pikiran2 positif tentang Ponari. Jadi katakana bahwa ponari adalah seorang yg mendapat tugas dari Allah, Ponari hanya menjalankan perintah2 Allah, Ponari menyembuhkan karena perintah Allah, dsb. Sehingga anda datang hanya untuk menyambut berkah Allah. sehingga kekuatan Allah akan melindungi anda. Adalah beda bila anda saat akan berobat ke-Ponari tapi pikiran anda dimasuki pikiran negative, dimana anda bilang : “waah ponari mempunyai batu ajaib, batu itu ditunggu dua jin yg sangat sakti, jin itulah yg mempunyai kekuatan dasyat menghilangkan penyakit2.” Dan kemudian anda akan datang ke Ponari untuk mencoba kekuatan batu ajaib Ponari. Maka saat anda datang ke Ponari anda akan disambut kekuatan negative, anda sudah berlindung pada kekuatan negative itu, dan pada kekuatan jin itulah anda berlindung, dan kekuatan jin inilah yg membantu orang dalam penyembuhan itu, itulah perbuatan sirik yg telah anda lakukan. Beda dengan orang yg datang hanya karena Allah, maka orang itu datang dalam perlindungan Allah, bila kekuatan ponari negative maka orang itu terlindungi oleh Allah dari pengaruh kekuatan negative ponari dan Allah akan menggantikan kekuatan ponari dengan kekuatan Allah yg lebih mulia. Demikian sebaliknya bila ponari memang merupakan sebuah utusan maka kekuatan itu akan berlipat ganda dan anda tidak hanya disembuhkan tapi kesadaran anda akan meningkat menuju pencerahan. Begitulah kira2 didalam hidup bagaimana kita harus selalu berpikiran positif dan selalu berlindung pada Allah. bila anda tidak menegetahui sesuatu dan anda perlu melakukan sesuatu itu, maka berdoalah dan minta perlindungan pada Allah maka anda terlindungi dan anda dijauhkan dari hal-hal sirik. Jadi supaya tidak ada kekuatan negative mengganggu dan menguasai anda, maka masukkan pikiran2 positive dihati anda, bahwa ponari adalah anak baik, dia mendapat berkah dari Allah sehingga dia dipercara begitu banyak orang. Maka pikiran positif anda itu merupakan doa untuk anda dan untuk ponari. Sehingga bila ponari kurang tepat dalam memilih hidupnya, maka niat anda itu yg akan menjadi doa pelindung anda, dan bisa membantu juga pada ponari untuk menjadi lebih baik. Jadi sekali lagi jangan berpikir atau mem-fonis, ponari adalah membawa batu yg ada kekuatan setan, ponari anak kecil yg tidak tau apa2, ponari tidak disiplin ngaji, bagaimana dia punya kekuatan tuhan, dia sirik dan identik dengan setan. Dsb.. dsb. Buang jauh2 pemikiran itu, katakana ponari mendapat petunjuk dari Allah. Itulah kekuatan positif anda yg akan menciptakan kondisi menjadi lebih baik untuk semuanya.

    Demikian sedikit tulisan ini sehubungan dengan fenomena heboh kemunculan dukun Ponari, semoga bermenfaat dan menjadikan segenap bangsa ini menjadi santun beradab, sehingga bisa menciptakan kondisi aman dan damai.

    Salam sejahtera

  2. endro says:

    duh banyak banget….
    tapi bisa saya rasakan, saya setuju dengan substansinya !

    Jika Allah berkehendak, kita bisa apa ? di atas akal masih ada kesadaran lebih tinggi. Semoga kita bisa memahami, meski belum tentu bisa menerima. Dan, tidak gegabah menuduh yg bukan-bukan sebelum terbukti keburukannya (secara sains dan agama)

    Salam

  3. uwinarno says:

    Sana Ponari sini Ponari

  4. batunya diteliti yoook – masukin laboratorium UGM

  5. rumi says:

    Terlepas dari ponari bisa menyembuhkan penyakit ato tidak, memang itulah kenyataan bahwa masalah kesehatan adalah salah satu hal yang utama dalam kehidupan manusia. Dimanapun, walau jauh sekalipun orang tetap berusaha untuk mendatanginya untuk berobat.

    Penyakit itu adalah salah satu dari rahasia Allah SWT, dan kalau Allah SWT mengizinkan akan sembuhlah penyakit tersebut. Tinggal bagaimana kita agar berusaha berobat dan mencari pengobatan yang bersumber dari Allah SWT.

  6. Terlepas terbukti atau tidaknya Dukun cilik Ponari dapat menyembuhkan berbagai penyakit, tetapi memang kenyataannya bahwa kesehatan adalah salah satu hal yang utama dalam kehidupan manusia. Untuk sehat atau sembuh dari suatu penyakit orang akan berusaha untuk mendatangi orang yang dapat mengobati penyakitnya walau dimanapun dan bagaimanapun keadaannya.

    Namun suatu hal yang perlu kita sadari, dari sudut pandang agama Islam tentunya, bahwa penyakit itu adalah salah satu dari rahasia Allah SWT. Oleh karena itu kalaulah Allah SWT mengizinkan maka suatu penyakit itu akan sembuh. Ataupun juga jika Allah SWT memberikan izin kepada seseorang untuk dapat menyembuhkan berbagai penyakit maka dengan izin Allah SWT pula orang-orang yang berobat kepadanya akan sembuh.

  7. andiyoyo says:

    HATI-HATI dalam membaca postingan paling atas!!! Jangan sampai anda terlena sehingga menjadi yakin akan kehebatan batu Ponari…

    Silahkan baca di blog saya, mengenai batu Ponari dtinjau dari segi ilmiah dan agama… http://andiyoyo.blogspot.com

  8. HAMBA ALLAH says:

    Sebuah Sikap Terhadap Fenomena Dukun Ponari

    Bila saya ikuti perkembangan kehebohan dukun Ponari, dan bias yg ditimbulkan di masyarakat. Maka ada beberapa hal yg bisa kita petik disini.
    1. Pertama adalah, pukulan berat pada pemerintah dimana disitu bisa kita lihat bahwa pemerintah tidak bisa memberikan fasilitas kesehatan yg layak dan terjangkau oleh rakyatnya. Padahal kesehatan adalah merupakan Hak Azasi atau hak mendasar dalam hidup. Atau bahkan dengan adanya fenomena ponari pemerintah semakin keras kepala, pemerintah cuek dengn fenomena ini dan pera pemimpinnya masih berkata, kan ada JPS, ada banyak puskesmas, ada pengobatan geratis…. Masih kurang apa????. Selain itu kenyataan yg ada dimasyarakat adalah masih banyak jenis penyakit yg tidak bisa diselesaikan dengan cara medis, terbukti banyak warga yg sudah kehilangan akal dan biaya, dan mereka tidak mendapat penyelesaian berarti terhadap penyakitnya setelah sekian lama berobat secara medis, untuk itulah kemudian mereka berpindah ke jalur alternative.
    2. Kedua, jelas terlihat masyarakat Indonesia amat sangat kental dengan hal-hal mistis. Dan mistis ini, tidak hanya dimonopoli milik orang pedalaman dan orang yg tidak terpelajar, tapi semua masyarakat kita dari kalangan manapun masih kental dengan suasana mistis ini. Sebagai contoh, film suster ngesot banyak peminatnya dan tayangan2 gaib di TV merupakan acara paling disukai. Kekentalan hal mistis ini sampai ada beberapa warga yg sampai terbius hingga benear2 melupakan akal sehatnya, sebagai contoh kejadian dirumah Ponari, karena tidak mendapatkan kesempatan untuk berobat ke-Ponari (karena sudah keburu di tutup), maka mereka mencari cara lain, yaitu air bekas mandi ponari juga dipakai untuk obat.
    3. Ketiga , sepertinya benar prediksi para pakar spiritual bahwa zaman sekarang merupakan zaman menuju kembalinya kehidupan penuh spiritual, dimana tuntutan kehidupan sepiritual semaakin menguat. Penguatan keinginan masyarakat akan hal spiritual selalu dibarengi dengan kemunculan hal2 magis. Spiritual dan hal magis adalah saudara kembar dan selalu beriringan. Sehingga tidak bisa di hindari disaat bermunculan aliran2 kepercayaan baru maka bermunculan pula kemampuan2 gaib seperti yg dimiliki Ponari. Apakah kita harus menentang atau mengusir setiap kemunculan fenomena misterius ? jawabnya tidak perlu karena itu merupakan hukum sebab akibat yg tetap harus berjalan.
    4. Masyarakat kita masih gampang marah, tidak santun, kurang bisa menghargai orang lain, kurang bisa menghargai sebuah perbedaan. Padahal dasar Negara kita didirikan dan dibangun berdasarkan sebuah perbedaan yg saling menopang antara yg satu dan yg lain. Yaitu kita berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda budaya, dan kita disatukan dengan bineka tunggal ika. Disaat muncul sebuah fenomena baru, seperti munculnya fenomena munculnya Ponari ini, maka banyak orang tiba2 menjadi paling alim atau paling pintar (kayak saya). Sehingga langsung berkomentar dan menghujat. Dia mengeluarkan berbagai jurus untuk menjatuhkan, menggunakan dalih2 dan kemudian mengeluarkan fatwa sesat, haram atau sejenisnya. Merka kurang bijak, merka berpikir terlalu singkat, mereka berpikir hanya menurut fersinya sendiri. Mereka tidakmau menelusuri sebuah masalah dari akarnya, mereka tidak mau menelusuri masalah dan memandang masalah dari orang yg memunculkan fenomena baru itu. Bila merka mau menelusuri masalah dan melihat masalah dari kacamata si penemu fenomena baru, pasti merka tidak bisa memungkiri kenyataan, sehingga dia bisa mencari solusi lebih bijak dan tanpa kekerasan.
    5. Perbedaan adalah kekayaan bangsa. Kebanyakan orang tidak mau mengkoleksi dan melindungi perbedaan yg saling bermunculan. Seharusnya perbedaan adalah kekayaan bangsa yg harus dilindungi karena suatu saat nanti akan mempunyai nilai yg luhur. Coba kita tengok sejarah, pada sebuah ilmu pengetahuan saat pertama kali ditemukan sesuatu ilmu yg baru. Penemunya pasti dihujat dan dicaci, tapi bila perbedaan itu dirawat dan dijaga maka dikemudian hari perbedaan itu akan sangat berarti bagi masyarakat. Sebagai contoh, jaman dahulu kala ada orang tiba2 mengatakan bumi ini bulat, pada saat itu masyarakat marah, dan akhirnya setelah ratusan tahun kemudian baru orang2 sadar bahwa bumi memang bulat. Anda tau pelukis Van Gogh ? karyanya dicaci maki dan dilecehkan pada waktu itu, tapi sekarang karyanya sungguh dikagumi dan harganya selangit. Anda ingat Albert Enstin? Teorinya pada saat itu sungguh2 dikecam, tapi setelah diteliti lebih mendalam lagi, hasilnya sekarang sungguh ruuuar biasa. Masih banyak lagi contoh yg lain. Inilah bila kita tidak bisa menjaga sebuah fenomena baru yg muncul di bumi pertiwi ini, maka kita kehilangan nilai2 leluhur. karena fenomena baru itu akan lari dari bumi pertiwi dan berlindung di Negara lain.
    6. Warga kita kurang tertib, tidak tertib ini timbul karena terbiasa hidup serakah, kurang punya rasa toleran antar sesama (egois)juga kurang punya rasa kesabaran. Itulah akibatnya sehingga susah untuk diatur. Contohnya adalah antrian untuk mendapatkan kesempatan selalu dilangar, sehingga mengakibatkan orang meninggal karena berdesak2an dan jatuh terhinjak-hibjak dalam antrian. Kita masih ingat kejadian antrian dirumah dukun Ponari, antrian pembagian zakat, antrian pembagian daging korban dan semua jenis antrian yg lain selalu memakan kurban.
    7. Praktek ponari perlu dihentikan tidak? Maka saya langsung menjawab, lanjutkan terus, Tapi… benahi mekanismenya. Yang perlu dibenahi adalah pertama hak2 hidup ponari sendiri karena dia sebagai seorang anak, jangan dikomersilkan, dan dia juga dalam proses belajar disekolah. Jadi ponari masih harus tetap ada waktu bermain setidaknya 3 jam sehari, tidur 9 jam perhari, untuk belajar 5 jam sehari, lain-lain 3 jam, dan praktek perdukunan maksimal 4 jam sehari. Praktek 4 jam sehari itu hanya dilakukan dari jam dua siang sampai jam 6 sore. Karena waktu praktek pengobatan pendek maka harus ada team yg mengatur, yaitu dengan sistim antri mendaftar secara urut kemudian nama di panggil satu2 sesuai no urut. Jadi ponari dalm sehari hanya boleh mengobati sampai jumlah orang tertentu saja. Setelah itu no antrian akan dilanjutkan hari berikutnya. Setiap pendaftar hrus menunjukkan nama dan alamat dan kartu identitas diri, tujuannya untuk memberikan kesempatan pada orang lain, agar mendapat kesempatan untuk berobat, sehingga seseorang yg sudah mendaftar baru boleh mendaftar lagi setelah urutan diatas seribu berikutnya. Proses ini perlu dibantu beberapa petugas, mulai dari petugas pendaftaran, petugas keamanan, detugas pemanggilan pasien, petugas penyiapan sarana, dsb. Pembagian ini tujuannya untuk pengamanan penertiban dan pemberian hak2 ponari sebagai seorang anak.
    8. Praktek dukun ponari syirik tidak? Bahasa syirik adalah bahasa import dari Negara arab. Dan bahkan bila kita mau meneliti lebih dalam lagi batasan syirik tidak begitu jelas karena kita kurang pas meng-artikan makna syirik ini. Bila mana ada sebuah cerita2 mistis itu muncul dari Negara arab maka jawabnya halal tentang cerita itu, tapi bila cerita mistis itu datang dari Indonesia maka hukumnya haram. Kita ambil contoh, orang arab dan orang islam sangat memuja dan memuliakan air zam-zam, dimana dikatakan air zam2 sungguh berksiat dan banyak berkahnya, sehingga setiap orang datang ke arab dan sepulangnya selalu membawa air zam2 itu sebagai air yg dimuliakan, mempunyai berkah, bahkan dipakai untuk media penyembuhan penyakit, dll. Sementara air-nya Ponari dibilang haram, padahal sama2 air untuk penyembuhan. Demikian juga dengan doa atau mantra, semua yg memakai bahasa arab adalah benar, dan semua yg memakai bahasa jawa atau Indonesia adalah salah…. Hehehe.. begitulah pemahaman beberapa orang yg sudah keblinger menjadi orang arab. Sebenarnya kesirikan timbul karena kita tidak selau bersandar pada Allah. dan kita mempunyai pandangan yg salah terhadap sebuah media, sehingga pikiran kita dan hati kita mengatakan bahwa media itulah yg telah membantu dan menyembuhkan anda. Jadi adalah salah bila air zam-zam mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan, tapi yg benar adalah melalui air zamzam itulah allah akan menyembuhkan seseorang, jadi yg menyembuhkan adalah Allah bukan air zam-zam. DEmikian juga obat untuk menyembuhkan sakit, bisa menjadi sirik bila dihati dan pikiran kita tertanam bahwa obat itu membawa kesembuhan pada diri anda, yg benar adalah Tuhan membantu menyembuhkan anda melalui obat itu, jadi saat anda meminum obat, anda harus mensugesti diri anda sendiri yaitu dengan mengatakan dihati bahwa anda harus meminum obat karena diperintah oleh Allah, dan saat anda menelan obat sugerti anda adalah anda menelan berkah Allah dengan tujuan mengusir semua kesalahan juga penyakit hingga badan anda menjadi bersih dan suci kembali. Itulah makna sebuat doa seperti yg diajarkan Rasulullah dimana sebelum melakukan sesuatu apapun kita harus berdoa kepada Allah, atau menyebut Asma Allah. Jadi kesimpulannya adalah terdapat “KESALAHAN” dalam hidup kita saat meletakan “NIAT, PIKIRAN & HATI” pada saat menjelang melakukan sesuatu perbuatan. Jadi kesyirikan bisa timbul dari hal apa saja, bila kita salah dalam berniat. Sebenarnya kesirikan bukan timbul dari jenis Air-nya datang dari arab atau bukan, atau bukan doanya pakai bahasa arab atau bukan. Agar tidak syirik maka dihati kita harus ditanamkan pikiran positif (niat positif) sebelum melakukan sesuatu, sehingga kita punya pandangan yg baik pada Sesutu yg akan kita lakukan itu. Sebagai contoh, bila anda ingin berobat ke Ponari masukkan pikiran2 positif tentang Ponari. Jadi katakana bahwa ponari adalah seorang yg mendapat tugas dari Allah, Ponari hanya menjalankan perintah2 Allah, Ponari menyembuhkan karena perintah Allah, dsb. Sehingga anda datang hanya untuk menyambut berkah Allah. sehingga kekuatan Allah akan melindungi anda. Adalah beda bila anda saat akan berobat ke-Ponari tapi pikiran anda dimasuki pikiran negative, dimana anda bilang : “waah ponari mempunyai batu ajaib, batu itu ditunggu dua jin yg sangat sakti, jin itulah yg mempunyai kekuatan dasyat menghilangkan penyakit2.” Dan kemudian anda akan datang ke Ponari untuk mencoba kekuatan batu ajaib Ponari. Maka saat anda datang ke Ponari anda akan disambut kekuatan negative, anda sudah berlindung pada kekuatan negative itu, dan pada kekuatan jin itulah anda berlindung, dan kekuatan jin inilah yg membantu orang dalam penyembuhan itu, itulah perbuatan sirik yg telah anda lakukan. Beda dengan orang yg datang hanya karena Allah, maka orang itu datang dalam perlindungan Allah, bila kekuatan ponari negative maka orang itu terlindungi oleh Allah dari pengaruh kekuatan negative ponari dan Allah akan menggantikan kekuatan ponari dengan kekuatan Allah yg lebih mulia. Demikian sebaliknya bila ponari memang merupakan sebuah utusan maka kekuatan itu akan berlipat ganda dan anda tidak hanya disembuhkan tapi kesadaran anda akan meningkat menuju pencerahan. Begitulah kira2 didalam hidup bagaimana kita harus selalu berpikiran positif dan selalu berlindung pada Allah. bila anda tidak menegetahui sesuatu dan anda perlu melakukan sesuatu itu, maka berdoalah dan minta perlindungan pada Allah maka anda terlindungi dan anda dijauhkan dari hal-hal sirik. Jadi supaya tidak ada kekuatan negative mengganggu dan menguasai anda, maka masukkan pikiran2 positive dihati anda, bahwa ponari adalah anak baik, dia mendapat berkah dari Allah sehingga dia dipercara begitu banyak orang. Maka pikiran positif anda itu merupakan doa untuk anda dan untuk ponari. Sehingga bila ponari kurang tepat dalam memilih hidupnya, maka niat anda itu yg akan menjadi doa pelindung anda, dan bisa membantu juga pada ponari untuk menjadi lebih baik. Jadi sekali lagi jangan berpikir atau mem-fonis, ponari adalah membawa batu yg ada kekuatan setan, ponari anak kecil yg tidak tau apa2, ponari tidak disiplin ngaji, bagaimana dia punya kekuatan tuhan, dia sirik dan identik dengan setan. Dsb.. dsb. Buang jauh2 pemikiran itu, katakana ponari mendapat petunjuk dari Allah. Itulah kekuatan positif anda yg akan menciptakan kondisi menjadi lebih baik untuk semuanya.

    Demikian sedikit tulisan ini sehubungan dengan fenomena heboh kemunculan dukun Ponari, semoga bermenfaat dan menjadikan segenap bangsa ini menjadi santun beradab, sehingga bisa menciptakan kondisi aman dan damai.

    Salam sejahtera
    Fenomena obat ”ajaib” Ponari dengan batu petirnya merupakan tantangan buat kita semua, apakah para ulama, para pendidik, kedokteran dan pemerintah.Yang jelas fenomena Ponari terkait dengan masalah pelayanan kesehatan dan kondisi sosiokultural masyarakat kita secara umum. Sehingga wajar kalau semua pihak hendaknya mengantisipasi kemungkinan yang tak diingini. Kiranya sudah waktunya MUI mengkaji lebih dalam fenomena pengobatan ala Ponari. Kalau belum bisa membuat fatwa syirik, apakah tidak lebih baik para ulama memberikan informasi seputar cara pengobatan yang sesuai dengan syariat Islam agar mereka tidak ikut jatuh ke perbuatan yang sangat dilarang agama. Sebab, dosa orang syirik tidak terampuni. Neraka tempatnya.

    Fenomena batu ”ajaib” Ponari mengundang pro dan kontra di masyarakat. Puluhan ribu orang sudah berobat ke Ponari di Dusun Kedungsari, Jombang, Jawa Timur itu, sehingga penghasilan Ponari disebut-sebut sudah mencapai Rp1 miliar lebih. Tentunya tidak semua uang dari sumbangan pasien Ponari jatuh ke tangan Ponari atau keluarganya, tetapi dibagi-bagi panitia dan pihak-pihak yang berkompeten di sana. Soal keampuhan batu ”ajaib” Ponari jelas masih serba misterius. Sebelum ada uji klinis atau laboratorium dari ahlinya, sudah banyak yang mengaku sembuh meminum air yang dicelupkan batu lewat tangan Ponari. Namun begitu, banyak juga yang mengaku tidak sembuh, bahkan meninggal dunia setelah beberapa kali meminum air dari Ponari.

    Kita tidak mempersoalkan apakah benar Ponari memperoleh batu ”ajaib” dari langit atau sambaran petir atau hanya rekayasa kelompok orang semata. Kita juga tidak mempersoalkan pengobatan ala Ponari, apakah mereka bisa sembuh atau tidak. Yang kita fokuskan adalah praktik pengobatan Ponari disebut-sebut sudah menjurus menyalahi akidah agama (Islam), seperti dikhawatirkan sejumlah ulama.
    #

    duh banyak banget….
    tapi bisa saya rasakan, saya setuju dengan substansinya !

    Jika Allah berkehendak, kita bisa apa ? di atas akal masih ada kesadaran lebih tinggi. Semoga kita bisa memahami, meski belum tentu bisa menerima. Dan, tidak gegabah menuduh yg bukan-bukan sebelum terbukti keburukannya (secara sains dan agama)

    Salam
    # uwinarno on February 16th, 2009 11:12 pm

    Sana Ponari sini Ponari
    # batu ajaib ponari on February 18th, 2009 11:06 am

    batunya diteliti yoook – masukin laboratorium UGM
    # rumi on February 18th, 2009 4:58 pm

    Terlepas dari ponari bisa menyembuhkan penyakit ato tidak, memang itulah kenyataan bahwa masalah kesehatan adalah salah satu hal yang utama dalam kehidupan manusia. Dimanapun, walau jauh sekalipun orang tetap berusaha untuk mendatanginya untuk berobat.

    Penyakit itu adalah salah satu dari rahasia Allah SWT, dan kalau Allah SWT mengizinkan akan sembuhlah penyakit tersebut. Tinggal bagaimana kita agar berusaha berobat dan mencari pengobatan yang bersumber dari Allah SWT.
    MUI Pusat maupun daerah kiranya mengantisipasi jatuhnya ”syirik massal” dalam kaitan fenomena batu ”ajaib” Ponari. Hal itu bisa terjadi bila melihat betapa masyarakat mengagungkan batu Ponari sehingga tidak mampu lagi berpikir rasional. Bahkan, masalah akidah pun diabaikan.Misalnya, betapa masyarakat ribuan orang antre menunggu pengobatan, bahkan mereka bertahan siang-malam untuk mendapatkan air celupan batu ”ajaib” Ponari. Mereka lupa menjaga kesehatan diri, lupa melaksanakan shalat yang lima waktu. Otak dan pikiran mereka hanya terfokus pada batu ”ajaib” Ponari yang katanya bisa mengobati semua penyakit.Apalagi kemudian Ponari dianggap sebagai titisan dewa tertentu, sehingga harus digendong kalau berpergian.

    Kita berharap fenomena pengobatan ala Ponari tidak berlangsung lama, apalagi kalau jatuhnya bakal membahayakan akidah agama, terjadi ”syirik massal” yang menganggap Ponari dan batu ”ajaibnya” sebagai orang/benda yang dapat mengobati, sehingga lupa pada Allah SWT.

    Tentunya tidak mudah menutup begitu saja pengobatan Ponari, kalau memang masyarakat menghendakinya, apalagi kalau memang sudah terbukti manjur. Adalah hak masyarakat atau pasien untuk mendapatkan pengobatan, apakah lewat medis maupun alternatif. Apalagi dalam situasi perekonomian sulit, rakyat miskin tidak mampu berobat ke dokter, datang ke Puskesmas diberi obat-obatan murah tak manjur, sehingga kesabaran masyarakat hilang dan mereka ramai-ramai mendatangi pengobatan Ponari.
    HATI-HATI dalam membaca postingan paling atas!!! Jangan sampai anda terlena sehingga menjadi yakin akan kehebatan batu Ponari…

    Silahkan baca di blog saya, mengenai batu Ponari dtinjau dari segi ilmiah dan agama… http://andiyoyo.blogspot.com
    Fenomena obat ”ajaib” Ponari dengan batu petirnya merupakan tantangan buat kita semua, apakah para ulama, para pendidik, kedokteran dan pemerintah.Yang jelas fenomena Ponari terkait dengan masalah pelayanan kesehatan dan kondisi sosiokultural masyarakat kita secara umum. Sehingga wajar kalau semua pihak hendaknya mengantisipasi kemungkinan yang tak diingini. Kiranya sudah waktunya MUI mengkaji lebih dalam fenomena pengobatan ala Ponari. Kalau belum bisa membuat fatwa syirik, apakah tidak lebih baik para ulama memberikan informasi seputar cara pengobatan yang sesuai dengan syariat Islam agar mereka tidak ikut jatuh ke perbuatan yang sangat dilarang agama. Sebab, dosa orang syirik tidak terampuni. Neraka tempatnya.
    Hidayatullah.com—Keyakinan orang yang meminta kesembuhan pada dukun cilik Ponari karena KH Miftahul Akhyardiyakini memiliki “batu sakti” telah membuat berbagai ulama mengeluarkan himbauan berupa larangan. Diantaranya datang dari Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar.

    Kepada http://www.hidayatullah.com Akhyar, sangat menyayangkan kejadian masih banyaknya orang berduyun-duyun datang ke Ponari.

    “Masyarakat masih banyak yang lemah akidahnya. Cepat gumuman melihat hal yang aneh atau ganjil,” katanya kepada hidayatullah.com.

    Akhyar juga mengatakan, berikhtiyar bisa menggunakan apa saja dan kepada siapa saja. Namun harus yang rasional. Menurut Akhyar, secara fiqih, memang boleh berobat kepada siapa saja, asal memiliki standar atau kepantasan. Sedangkan Ponari adalah anak kecil dan belum memiliki kapasitas untuk mengobati. Apalagi hanya perantara batu. Ditakutkan, masyarakat akan beranggapan bahwa batu Ponari-lah yang bisa menyembuhkan penyakit, bukan Allah SWT. Hal itulah yang bisa mengakibatkan terjerumus dalam kesyirikan.

    Terkait sugesti dalam penyembuhan melalui batu Ponari, Akhyar juga mengatakan hukumnya haram. Menurutnya, sugesti kepada batu Ponari tidak bisa diterima. Kecuali jika sugesti dengan hal yang dibenarkan. Seperti sugesti dengan air yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Quran oleh seorang Kiai, maka hal itu bisa dibenarkan.

    Meski demikian, Akhyar juga mengatakan agar peristiwa ini menjadi kritis bagi pemerintah dan pihak rumah sakit. Menurutnya, fenomena itu terjadi akibat mahalnya biaya pengobatan bagi rakyat miskin. Rakyat miskin kerap kali tidak diorangkan ketika berobat kerumah sakit. Oleh karena itu, mereka memilih pengobatan yang murah meski salah arah. [ans/www.hidayatullah.com]

  9. orang bodo says:

    hi pak kyai, lha orang yang bawa air zam-zam dari arab kok nggak kao larang napa

  10. merisa says:

    Jelas2 itu musyrik!!!!!!