Balibo Five Terbununya 5 Wartawan Australia Di Balibo

December 9, 2009 by admin · 1 Comment
Filed under: Berita 
Usaha Berhasil Solusi Kewanitaan Rapet

Balibo Five, insiden terbunuhnya 5 wartawan Australia di Balibo tahun 1975 memanas kembali dan menguji hubungan Indonesia dan Australia. Pihak Australia, melalui Pengadilan Glebe Coroners NSW menyatakan bahwa TNI adalah pihak yang membunuh lima wartawan Australia secara sengaja dan mereka bukan tertembak saat terjadi kontak senjata antara TNI dan Fretelin.

Lima wartawan Australia yang terbunuh pada insiden Balibo Five adalah Greg Shackleton, Tony Stewart, Brian Peters, Malcolm Rennie, dan Gary Cunningham

Namun lima wartawan tersebut di bunuh untuk menutupi bukti invasi Indonesia atas Timor Timur. Tuduhan Australia di perkuat lagi oleh pengakuan seorang mantan anggota Kopasus yang merupakan saksi mata peristiwa itu, Gatot Purwanto, bahwa pasukan TNI mengeksekusi lima wartawan asing saat pertempuran di Balibo Timor Timur (kini Timor Leste) tahun 1975

Gatot menambahkan bahwa setelah mengeksekusi TNI kemudian membakar jasad kelima wartawan dan kameramen jaringan TV saluran sembilan dan saluran tujuh Australia

Kemunculan Gatot dan pengakuannya, yang oleh media Australia di sebut sebagai “komandan intelejen” di Timtim saat itu, bersamaan dengan hebohnya perdebatan publik Indonesia seputar Film “Balibo Five” dan Lembaga Sensor Film (LSF) yang melarang peredaran film Balibo Five itu.

Memori masyarakat Australia tumbuh kembali oleh kasus “Balibo Five” bukan hanya karena kemunculan film Balibo di Festival Film Internasional Melbourne dan Brisbane 2009, tetapi juga di tambah dari keputusan Pengadilan Glebe Coroners New South Wales (NSW) dan Polisi Federal Australia (AFP)

Pada 8 September 2009, AFP memutuskan untuk menyelidiki tuduhan kejahatan perang dalam kasus “Balibo Five” setelah adanya kesimpulan Pengadilan Glebe Coroners NSW pada 16 November 2007 bahwa personel TNI adalah pihak yang membunuh lima wartawan Australia tersebut.

Kesimpulan pengadilan koroner yang digelar untuk melihat kasus kematian Brian Peters itu diungkapkan wakil Pengadilan Koroner NSW, Dorelle Pinch.

Pinch mengatakan kepada pengadilan bahwa kelima wartawan tersebut tidak tewas dalam kontak tembak antara personel TNI dengan Fretilin tetapi dibunuh atas perintah Komandan Lapangan Kapten Yunus Yosfiah.

Bertolak belakang dengan vonis Pengadilan Glebe Coroners NSW bahwa perintah eksekusi datang dari Yunus Yosfiah, maka pengakuan Gatot Purwanto justru membersihkan Yunus Yosfiah.

Seperti dikutip SMH, Gatot Purwanto menegaskan, Jakarta tidak menyetujui pembunuhan tersebut dan Yunus Yosfiah “tidak bersalah”.

Tuduhan tersebut pun sudah berulang kali dibantah Yunus Yosfiah yang merupakan mantan Menteri Penerangan semasa pemerintahan Presiden BJ Habibie( 1998-99) itu.

Related Posts

Comments

One Response to “Balibo Five Terbununya 5 Wartawan Australia Di Balibo”

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. [...] Balibo Five mengenai kisah terbunuhnya lima wartawan dan juga kameramen asal Australia pada kontak senjata antara TNI dan pihak Fretelin pada tahun 1975, insiden ini munjul kembali setelah Australia meluncurkan film Balibo Five september 2009 kemarin pada festival film internasional di Melbourne dan Brisbane [...]